Babinsa Pante Ceureumen Perkuat Komsos, Warga Diajak Lindungi Generasi Muda
ACEH BARAT – Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah binaan, Babinsa Posramil 05/Pante Ceureumen Kodim 0105/Aceh Barat, Sertu Saefudin, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, dengan duduk bersama warga sambil membahas berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat Desa Meunuang Kinco, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (11/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, Babinsa mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap generasi muda. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah maraknya pengaruh pergaulan bebas yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kehidupan sosial, pendidikan, kesehatan, serta masa depan anak-anak dan remaja.
Babinsa menyampaikan bahwa perkembangan zaman dan kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, namun di sisi lain juga dapat membawa berbagai pengaruh negatif apabila tidak digunakan secara bijak. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan pengawasan bersama, khususnya dari orang tua, keluarga, serta lingkungan sekitar.
“Anak-anak dan generasi muda merupakan penerus bangsa. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian, arahan, dan contoh yang baik kepada mereka. Jangan sampai mereka terpengaruh oleh lingkungan maupun pergaulan yang dapat merusak masa depan,” ujar Babinsa.
Menurutnya, pencegahan terhadap pergaulan bebas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Orang tua diharapkan dapat meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak-anak, mengetahui aktivitas mereka sehari-hari, serta memahami siapa saja teman dan lingkungan pergaulan mereka.
Babinsa juga mengimbau para orang tua agar tidak hanya memberikan teguran ketika anak melakukan kesalahan, tetapi lebih mengutamakan pendekatan secara persuasif. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai penting agar anak merasa nyaman untuk menyampaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi.
Selain itu, warga juga diajak untuk menciptakan lingkungan yang positif bagi generasi muda. Kegiatan-kegiatan masyarakat seperti olahraga, kegiatan keagamaan, gotong royong, maupun kegiatan kepemudaan dapat menjadi sarana untuk mengarahkan anak-anak dan remaja kepada aktivitas yang bermanfaat.(0105).