Genangan Kembali Naik di Cot Bayu, 37 Jiwa Sudah Mengungsi; Petugas Siagakan Evakuasi
ACEH SELATAN – Air di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah kembali naik pada Minggu (01/11/2026) setelah sempat surut, mulai memasuki sejumlah rumah dan membuat TNI, BPBD, Polri, serta unsur terkait memperketat pemantauan dan menyiapkan evakuasi bagi warga terdampak.
Koordinator Penanggulangan Darurat Bencana (PDB), Kapten Inf Ali Sadikin, menyatakan kondisi banjir di Cot Bayu bersifat dinamis. Meski keadaan sempat membaik, kenaikan air kembali memaksa tim respons meningkatkan kewaspadaan.
Kapten Inf Ali Sadikin mengatakan meski air sempat surut dan situasi membaik, kenaikan kembali membuat pihaknya bersama Polri, BPBD dan unsur terkait terus memantau perkembangan di lapangan untuk menjamin keselamatan warga.
Pasiops Kodim 0107/Aceh Selatan menegaskan petugas selalu mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi dalam waktu singkat dan siap mengevakuasi bila diperlukan.
Ia menambahkan bahwa prioritas evakuasi adalah anak-anak, lanjut usia, dan warga yang rentan serta memerlukan bantuan khusus apabila evakuasi harus dilakukan.
Di Desa Cot Bayu, genangan menutup akses jalan menuju desa sepanjang sekitar 500 meter dengan ketinggian air 20 hingga 60 sentimeter. Banjir mempengaruhi sekitar 30 rumah yang dihuni 30 kepala keluarga (KK) atau 120 jiwa, sementara ketinggian air di depan rumah warga mencapai sekitar 45 sentimeter.
Sudah tercatat 6 KK atau 37 jiwa mengungsi ke TPA Desa Cot Bayu dan ke rumah sanak saudara di lokasi yang dianggap lebih aman.
Banjir di Desa Lhok Raya turut menggenangi akses jalan sepanjang kurang lebih 200 meter dengan ketinggian 15 hingga 60 sentimeter. Sebanyak 31 rumah yang dihuni 31 KK atau 109 jiwa terdampak, dengan genangan mencapai sekitar 60 sentimeter. Seluruh warga terdampak telah mengungsi ke tenda pengungsian Kompi 2 Brimob Pelopor 7 di Kecamatan Trumon Tengah.
Personel TNI dan BPBD terus membantu warga menuju lokasi aman, terutama mereka yang membutuhkan pendampingan. Kapten Inf Ali Sadikin mengimbau agar masyarakat tidak lengah saat air surut karena banjir dapat kembali muncul.
Kondisi di Desa Padang Harapan membaik; air telah surut dan tidak ada warga yang mengungsi, tetapi pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air.
Banjir di Trumon Tengah diduga dipicu oleh tingginya curah hujan di Aceh Tenggara yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Gelombang sehingga berdampak pada desa-desa di dekat bantaran sungai.
Hingga kini personel TNI, BPBD, dan unsur terkait masih melakukan pemantauan, pendataan, evakuasi, serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas di tengah kondisi banjir yang dapat berubah sewaktu-waktu.(Pr012).