Pasokan Air Sekolah Terjamin Setelah Sumur Bor SD Inpres Semangga 1 Selesai
MERAUKE – Sumur bor air bersih yang dibangun di SD Inpres Semangga 1, Kampung Semangga Jaya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, telah rampung pengerjaannya dan siap dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah.
Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari Program Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026 yang menghadirkan sejumlah infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P., menegaskan, pembangunan satu unit sumur bor air bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
Letkol Bayu Prabowo menyampaikan bahwa proses pembangunan berlangsung lancar karena adanya kerja sama antara Prajurit TNI dari Kodim 1707/Merauke dan masyarakat setempat.
“Pembangunan sumur bor air bersih di SD Inpres Semangga 1 sudah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh pihak sekolah. Berkat kerja sama yang baik dan penuh semangat gotong royong antara Prajurit TNI dari Kodim 1707/Merauke bersama masyarakat setempat, pembangunan berjalan lancar dan dapat rampung dengan cepat,” ungkap Letkol Bayu Prabowo, Rabu (9/9/2026).
Atas nama sekolah, Sahidun, S.Pd., Guru sekaligus Wali Kelas V SD Inpres Semangga 1 Merauke, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kepala Staf Angkatan Darat atas perhatian serta kepedulian yang diberikan kepada sekolah mereka melalui pembangunan sumur bor air bersih.
“Selama ini untuk mendapatkan air bersih kami harus membeli dengan harga yang cukup mahal. Dengan hadirnya sumur bor ini, kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur bor ini bukan sekadar sumber air, tetapi merupakan sumber kehidupan, harapan dan masa depan bagi anak-anak kami,” ungkap Sahidun dengan penuh haru dan tegas.
Penyelesaian pekerjaan ini dianggap sebagai bukti nyata pengabdian TNI yang dirasakan langsung masyarakat.(1707)